Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penyebab Perilaku konsumtif Di Indonesia


penyebab-perilaku-konsumtif-di-indonesia


penyebab perilaku konsumtif - Penyebab mendasar yang mendorong masyrakat berprilaku konsumtif adalah karena minimnya kesadaran dan pegetahuan masyarakat sehingga mereka tidak bisa membedakan mana keinginan dan kebutuhan, dan juga tidak mempunyai skala prioritas dalam memilih barang atau jasa yang akan digunakan.


Pola prilaku konsumtif ini juga disebabkan besarnya egoisme dalam diri masyarakat. Umumnya masyrakat kita sudah terpapar budaya yang bertolak belakang dengan yang diajarkan oleh pendahulu bangsa.

Sekarang ini masyarakat cenderung membeli atau menggunakan jasa hanya untuk diakui, dipandang, dan disegani dengan apa yang dipakainya dengan tujuan untuk mendongkrak status sosial, sehingga mengarahkan masyarakat berperilaku konsumtif.


Inilah beberapa faktor mendasar yang menyebabkan masyarakat menjadi konsumtif disamping banyak faktor lain yang akan dijelaskan secara lebih rinci dibawah, so stay focus ya...

KONSUMTIF ITU APA SIH??

Perilaku konsumtif bisa diartikan segala upaya dari individu selaku konsumen dalam membeli barang ataupun menggunakan jasa secara berlebihan,tidak berdasarkan pertimbangan logika dari segi manfaat sehingga menimbulkan pemborosan dan hanya mengutamakan keinginan dan kesenangan.

Tujuan penggunaan hanya untuk mengikuti tren, mendapat pengakuan sosial hanya hanya untuk kepuasan pribadi. 

Masyarakat indonesia sekarang ini adalah masyarakat yang sedang berada dalam masa transisi, mereka sedang berubah dari masyarakat tradisional yang penuh dengan nuansa spiritualistik menuju masyarakat industri modern yang materialistik. Bisa diartikan masyarakat yang sedang bergerak dari struktur masyarakat yang penuh solidaritas dan kebersamaan menuju masyarakat yang lebih individu dan privat.

Masyarakat indonesia sangat terkenal dengan budayanya yang ramah dan welcome bagi orang dan juga budaya asing, tapi di sisi lain masyarakat indonesia menjadi terjebak karena banyaknya budaya asing yang masuk sehingga membentuk kondisi sosial baru, masyarakat menjadi lebih pragmatis dan menganut budaya yang serba cepat dan instan.

KENAPA SIH MASYRAKAT MENJADI KONSUMTIF?

ada banyak faktor yang menjadikan masyarakat berperilaku konsumtif, diantara:

# MARAKNYA TAWARAN DAN IKLAN DARI BERBAGAI MEDIA

Dengan semakin berkembangnya jaringan internet di indonesia hingga ke pelosok negeri secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap pola konsumsi masyarakat terhadap barang atau jasa , mereka seakan enggan berpikir ketika hendak membeli suatu produk apakah ini bermanfaat atau tidak, entah itu karena semakin pintarnya para pemasar dalam menawarkan suatu produk atau karena kurangnya kesadaran msayarakat terhadap kebutuhannya sendiri.


Tapi disisi lain, seharusnya ini bisa dicegah dengan meningkatkan pemahaman wawasan serta awareness masyarakat terhadap produk mana yang memang mereka butuhkan, bukan hanya sekedar ikut trend saja.

Hal ini juga tidak terlepas dari peran media massa baik cetak maupun online.Iklan-iklan di televisi , radio, dan media cetak termasuk iklan yang terpampang di sudut jalanan, di lampu merah yang seakan-akan menghipnotis kita untuk langsung mencoba produk yang diiklankan, lebih-lebih dengan maraknya pembangunan pusat perbelanjaan di seluruh kota di atanah air yang bertujuan untuk memanjakan masyarakat untuk berbelanja.

Masyarakat kita dengan mudah terpengaruh oleh iklan, apalagi di kampanyekan dengan gencar-gencarnya sehingga merea tidak berpikir lagi ketika hendak membeli karena mereka sudah merasa mengenal produk yang diiklankan, padahal mereka harus lebih teliti menfilter setiap iklan yang mereka lihat.

# SEMAKIN BANYAK MEDIA SOSIAL

Banyaknya media sosial juga sangat memudahkan penyebar luasan informasi apalagi para produsen barang dan jasa juga menggunakan media sosial sebagai sarana untuk iklan baik dengan endorse para selebgram atau juga dengan iklan langsung. Mereka dengan mudah memasang iklan untuk mempromosikan produk-produk kepada masyarakat. Dengan berkembangnya teknologi, secara otomatis masyarakat juga dapat dengan mudah mendapat informasi mengenai produk yang mereka jual.

Apalagi dengan mudahnya masyarakat dalam berbelanja ditunjang oleh pusat perbelanjaan dan toko online yang tersebar luas, kalo masyarakat kurang pintar dalam mengelola keuangan maka akan terjadi pemborosan.

Tidak bisa membedakan kebutuhan dan keinginanini adalah problem besar, bisa jadi karena kurangnya informasi dan pemahaman masyarakat terhadap kebutuhannya sendiri, masyarakat masih bisa di iming-imingi barang branded, diskon gede, dan berbagai tawaran lainnya yang sebenarnya tak mereka butuhkan.

Ketidakmampuan individu untuk membedakan, menimbang informasi yang baik akhirnya membuat keputusan yg mereka ambil lebih bergantung pada emosi, "baper" kalo kalo orang. Padahal dalam membuat keputusan sangat dibutuhkan logika disamping juga perasaan dalam menimbang banyak variabel, ga cuma pake perasaan doang. Apalagi ketika ingin membeli produk atau jasa, Menimbang baik buruk, plus minusnya.

Ketidaktahuan masyarakat akan kebutuhannya membuat mereka rentan terhadap manipulasi, sekaligus membuat masyarakat menjadi gampang diarahkan apalagi dengan banyak diskon yang menggoda dan dengan semakin banyaknya perusahaan gadget yang mengeluarkan produk terbaru mereka yang siap menguras kantong masyrakat sebagai calon pembelinya.

# KEBUTUHAN YANG TINGGI TERHADAP PENGAKUAN PIHAK LUAR

Di zaman serba canggih yang berbasiskan teknologi,orang dengan mudahnya memamerkan apapun yang dia punya, apalagi ditunjang dengan berbagai media sosial yang siap memanmpung foto video dengan segala captionnya.

Akhirnya orang berlomba-lomba agar terlihat keren dengan memamerkan apapun barang, akhirnya mendorong masyarakat menjadi lebih boros membeli barang hanya untuk dipamerkan agar mendapatkan pengakuan dari orang lain dengan alasan status sosial atau hanya demi kepuasan egonya semata.

# PENGARUH GLOBALISASI

Globalisasi secara tidak langsug membawa berbagai perubahan. Perubahan itu terjadi pada berbagai sektor kehidupan, mulai dari gaya hidup, komponen sosial, teknologi, geografis , ekonomi,politik, bahkan dalam perspektif invidu tak luput dari pengaruh globalisasi. Globaliasasi menghilangkan segala batasan yang dulu masih sulit utnuk dilakukan.

Globalisasi juga membawa efek buruk,disamping juga mempunyai dampak baik.Diantaranya berdampak pada budaya luar yang dengan deras masuk ke indonesia, sehingga masyarakat belum siap, filter intelektual masih lemah sehingga mereka terpukau takjub dengan budaya asing tanpa mencerna lebih lanjut apakah budaya itu bagus atau tidak, apakah sesuai dengan kondisi sosial masyarakat indoensia. 

Karena banyak negara luar yang sangat shopaholic sehingga masyarakat indonesia juga terpancing untuk ikut baik dari gaya fashion mereka.akhirnya beli pakaian seperti yang mereka kenakan contohnya,tanpa meimbang apakah cocok dengan iklim indoensia atau cuma ingin kelihatan gaya saja.Karena ga sesuai apabila pakaian musim dingin eropa dipakai di indonesia yang beriklim tropis akhirnya malah pemborosan.


# MINIMNYA TINGKAT LITERASI MASYARAKAT

Indoensia yang saat ini masih termasuk negara berkembang, secara pendidikan pun masih jauh tertinggal dari negara-negara maju, Apalagi minat baca masyarakat. bUkankah minat baca masyarakat berbanding lurus dengan kecerdasan suatu bangsa.

Dengan kondisi seperti ini, masyarakat dengan mudahnya di pengaruhi dan diarahkan oleh mereka yang punya kepentingan.Kondisi ini dimanfaatkan oleh para pemasar untuk memasarkan produk mereka dengan tingkat pembelian yang tinggi.

Masyarakat dituntut untuk lebih memahami keperluannya agar lebih bijak dalam memebelanjakan pendapatannya, agak lebih mandiri secara ekonomi juga menghindari dari pemborosan,terlebih lagi indonesia termasuk salah satu pasar yang sangat potensial.

Semakin cerdas masyarakat maka semakin sejahtera juga kondisi sosial masyarakatnya karena mereka paham akan kebutuhan dan skala prioritas dalam hidupnya.


CARA MENGHINDARI PRILAKU KONSUMTIF:

  • Menabung
  • Membuat anggaran pengeluaran
  • Berbelanja sesuai kebutuhan
  • Menghindari penggunaan kartu kredit
  • Mengurangi shopping dan jalan-jalan ke mall
  • Memulai berbisnis dan berinvestasi
  • Lebih cermat dan teliti dalam membeli barang
  • Beramal dan bersedekah

KESIMPULAN:

Untuk menghindari gaya hidup konsumtif maka kita perlu menerapkan gaya hidup sederhana dan hidup hemat. Mengalihkan pendapatan untuk hal yang lebih bermanfaat dan memprioritaskan tentang masa depan bisa dengan berinvestasi atau memulai bisnis atau bisa juga dengan berinovasi sendiri agar lebih produktif.